Tag Archives: menyusun buku

Menyusun Buku di Rak Buku pada Rumah Tangga

Menyusun Rak BukuSetiap rumah tangga umumnya memiliki koleksi buku dirumahnya, entah itu buku pegnetahuan, pelajaran, majalah dan koran. Gue sendiri juga punya rak buku dirumah yang isinya buku-buku yang pernah gua dapet dan beli. Kebayang kan bagaimana rak buku dirumah kalian sendiri itu seperti apa? Nah, gue disini mau bantu mengklasifikasi buku dengan cara simple buat menyusun buku dirumah masing-masing.

1. Menyusun buku berdasarkan jenis buku
Ini cara yang gue pake dirumah, berhubung dirumah gue banyak banget koleksi buku yang beragam. caranya dengan menaruh buku pada partisi di rak buku berdasarkan jenis ahan pustaka. Di rumah saya dibagi menjadi 6 jenis, yang pertama partisi komik, majalah, buku novel, buku pelajaran (sekolah), buku pengetahuan umum dan buku agama. Karena koleksinya nggak begitu banyak (kurang dari 250 buku) menyusunnya sesuai dengan ukuran atau volume. Untuk komik suda jelas penyusunannya dari volume 1 hingga seterusnya, namun untuk buku yang berbeda-beda bisa disusun dengan abjad di partisinya atau dengan ukuran tergantung kita lebih nyaman dengan cara yang mana.

2. Berdasarkan Subjek
Cara ini gue pakai buat naro buku di kost-an, koleksinya memang lebih dikit, namun karena di kost-an gue menyimpan buku kuliah dan kebanyakan bukunya semua tentang pelajaran maka gue mengklasifikasikan buku yang dipajang di rak berdua dengan buku saudara yang di jurusan lain. cara mengklasifikasikannya sederhana, hanya berdasarkan subjek mata kuliah, Jadi saya memberi tanda dan pemisah terhadapa buku-buku kuliah agar nggak bercampur dengan mata kuliah lainnya. Kalau kita mau lebih expert lagi kita bisa menklasifikasikan buku dengan buku manual dari Dewey Decimal Clasification tingkat 10 kelas pertama dan seterusnya atau ketentuan klasifikasi yang lainnya bahkan buatan kita sendiri berdasarkan kebutuhan kita. Cara ini cepat dan mudah terutama buat menangani lembaran-lembaran bahan kuliah yang tidak dibukukan.

3. Berdasarkan waktu pembelian buku
Ini biasanya dipakai oleh orang-orang yang suka membeli buku berseri atau majalah. Nyokap gue cenderung orang yang seperti ini. Di kamarnya buku itu disusun berdasarkan waktu pembelian. Semakin baru buku itu maka semakin ke kanan diletakannya pada rak. Tapi cara ini cukup efektif juga buat orang yang suka membeli buku baru setelah itu memusiumkannya> hanya saja dengan cara ini yang mengerti susunan buku itu hanya diri kita sendiri. Orang lain tidak bisa menelusur koleksi yang kita punya erdasarkan waktu pembelian. yang tahu hanya diri kita sendiri dan tuhan… hehehe. Tapi jangan kuatir, justru saya senang dengan orang yang menyusun buku seperti ini. Karena gue lebih tanggap untuk meminjam buku baru yang dibeli oleh orang.. hehehe

4. Berdasarkan Intensitas Pemakaian
Ini penting banget. Terutama bagi orang sibuk dan mahasiswa yang selalu membawabuku pedoman perkuliahannya. Biasanya dengan cara ini memudahkan kita untuk mengambil buku yang sering kita gunakan. tapi akan menjadi musibah ketika kita mencari koleksi yang jarang kita gunakan. kalau gue lagi males nyusun buku gue selalu pakai cara ini waktu SMA. Tapi bukan di rak, tapi di atas meja belajar. Jadi buku pelajaran yang sering gue pakeselalu gue taro di atas meja agar gampang mengambil dan menggunakannya tapi buku yang jarang dipakai seperti mata pelajran komputer, seni dan olahraga selalu gue tumpuk di barisan rak yang itupun lupa gua taronya dimana…. hahaha

Baru 4 cara aja yang bisa gua jelasin untuk menyusun buku di rak buku rmuah sendiri. Simple bukan? gak perlu pakai label atau katalog segala buat menyusunnya soalnya memang koleksi kita nggak sebanyak perpustakaan (jelaslah!). Oh iya jangan lupa juga untuk broken order karena buku yang ukurannya berbeda. ini bisa kita simpan di tempa khusus untuk buku broken order. kalau bisa selalu sediakan tempat yang cukup besar untuk koleksi buku yang ukurannya tidak biasa. Karena kita nggak tau kan bisa aja ada yang terlampau besar.

Setelah menyusun jangan lupa dibaca ya bukunya!

Cara Merawat Buku

Merawat buku bukanlah hal yang sulit, namun seringkali orang malas  atau tidak tahu cara merawatnya, padahal buku yang dibelinya itu tidak murah loh. Nah, gimana sih cara merawat buku yang kita punya? Ini ada beberapa tips buat kalian yang ingin merawat buku

1. Disampul
Menyampul buku itu nggak sulit, cuman sedikit makan waktu kita. Tapi dengan menyampul buku, buku kita jadi terlihat bersih walaupun sudah lama. sebelum menyampul buku carilah plastik yang agak tebal dan tidak lengket untuk sampul buku kamu, Usahakan pakai plastik bening agar cover bukunya terlihat. Yang perlu diperhatikan adalah pada saat menyampul buku jangan terlalu ketat, karena nanti bisa membuat bagian cover buku terlipat jika sering dibuka. Nanti ketika sampul tersebut sudah sedikit rusak, kalian bisa ganti dengan sampul baru.

2. Jangan Dilipat
Melipat buku bisa merusak kertas, Gunakan pembatas buku jika kamu ingin menandai buku. Pembatas buku tidak harus dengan sesuatu yang mahal dan cantik. Kita bisa gunakan selembar daun, uang atau kartu nama untuk membatasi buku kita. Yang paling fatal jika kita menandai buku dengan benda tebal seperti pulpen atau lainnya karena bisa merusak Jilid.

3. Disusun berdiri, bukan ditumpuk
Simpan buku dengan cara disusun berdiri, jangan pernah dengan cara menumpuk karena bisa merusak jilid buku dan covernya, Gunakan pembatas rak agar buku yang kita susun berdiri tegak. Susunlah buku berdasarkan klasifikasinya agar nanti mudah untuk dicari. Pengecualian untuk booklet boleh disimpan dengan cara ditumpuk

4. Dibersihkan
Buku kalau kelamaan disimpan dan dipajang pasti berdebu kan? biar nggak berdebu ya harus dibersihkan. Membersihkan buku gampang kok, Bisa dengan kemoceng, lap, lap basah juga boleh untuk buku yang bercover plastik (umumnya hardcover).

5. Jangan ditekuk & dilipat
Ini kesalaha yang sering terjadi, umumnya ketika orang membaca buku jari telunjuk suka membentuk lekukan pada buku. ini menyebabkan buku menjadi cacat karena tekukan tersebut. Orang suka nggak sadar loh kalau baca buku suka menekuk bukunya apalagi melipat! wah haram itu hukumnya.

6. Jangan dicorat-coret
Untuk buku cetakan usahakan untuk tidak dicorat coret entah itu pakai pulpen ataupun pensil, karena dengan pensil pun ketika dihapus kertas menjadi lebih tipis. Gunakan sticky notes seperti post it atau merek lainnya (lebih mahala lebih baik) Karena ketika catatan tersebut dilepas, perekat pada catatan kertas tersebut nggak meninggalkan sisa di buku kita.

7. Diberi Kapur Barus (kamper)
Bahan baku kertas berasal dari kayu yang dijadikan bubur kemudian dicetak menjadi lembaran-lembaran tipis, karena itu bisa mengundang rayap menggerogoti buku-buku kita. Umumnya buku-buku baru tidak dirayapi karena beberapa sudah diberi zat-zat kimia untuk bahan baku daur ulang kertas. Juga material plastik dalam pembuatan kertas licin. Namun untuk buku-buku yang masih menggunakan kertas asli umumnya masih bisa dirusak rayap. Maka dari itu rak buku boleh ditaburi kapus barus yang dihancurkan atau bubuk cengkeh agar buku kita terjaga dari rayap.

Buku memang harus dirawat, tapi bukan berarti saking kita merawatnya jadi jarang kita baca. Salah itu! gunakan buku untuk diambil ilmunya, dipahami dan disebarkan. Jangan pelit-pelit sama yang namanya minjemin buku, karena memang nggak semua orang bisa beli atau sempat meminjam ke perpustakaan bukan? Jika kita memiliki banyak koleksi buku yang sudah tidak dibaca lagi dan tidak ada anggota keluarga yang membutuhlkan lebih baik disumbangkan saja ke perpustakaan. Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariah loh!

Rawat bukumu, sebarkan ilmunya!